1.Apakah pantas dihargai, jika kita selalu datang dengan
tampang manyun (cemberut) tanpa sebab, halah…. pagi-pagi baru juga datang kok
udah manyun (cemberut), mending kalo cuma sekali-kali, coba kamu bayangkan jika
kita melihat orang yang berada di hadapan kita manyun (cemberut) tiap hari (dan
tanpa sebab). wew.. Apa ga stress tuh kita di buatnya… Haha…
. Apakah tidak lebih baik, jika kita selalu
datang dengan wajah penuh keceriaan (tersenyum kepada orang-orang yang ada di
sekitar kita), dan mungkin alangkah lebih baik lagi jika kita hiasi senyuman
kita tersebut dengan mengucapkan kata (salam) : selamat pagi, semangat pagi,
pagi, atau apalah yang penting bisa membuat orang didekat kita merasa nyaman
dengan kedatangan kita.
2. Apakah pantas dihargai, jika kita selalu
meminta pertolongan orang lain dengan suara yang terlalu lantang, dan dengan
cara membentak (biasanya perintah dari atasan terhadap bawahannya) ‘selalu
ingin dihargai tapi dia tidak pernah berusaha/tidak tahu cara untuk menghargai
orang dibawahnya’. Hmmm…. Apakah tidak lebih baik, jika kita meminta
pertolongan dengan cara yang lebih halus, serta dihiasi dengan sedikit senyuman
dan alangkah lebih baik lagi jika kita memintanya dengan mengucapkan kata ‘tolong
/ mohon bantuannya’. Meskipun posisi kita / martabat kita lebih tinggi dari
orang tersebut, tapi apakah salah jika kita mengucapkan kata ‘tolong’ pada saat
kita meminta bantuan orang lain, apakah posisi / martabat kita jadi tampak
lebih rendah dari orang lain di sekeliling kita jika kita melakukan hal
tersebut, pasti enggak kan, malahan kita jadi lebih bisa dihargai (menurutku),
karena dengan mempunyai sifat rendah hati bukan berarti kita rendahan. *diriku
sotoy banget ya…. Haha… 
3. Apakah segala sesuatu harus selalu
dilakukan dengan tergesa-gesa. Apakah dengan cara tergesa-gesa, apa yang kita
kerjakan akan tampak lebih rapih dan lebih cepat daripada kita melakukannya
dengan santai / rilex. Kalau menurutku sih, tidak selamanya apa yang kita
kerjakan itu harus dikerjakan dengan tergesa-gesa (justru dengan tergesa-gesa
kadang malah membuat apa yang kita kerjakan jadi kurang rapi / kurang teliti /
kadang terjadi kekeliruan karena fokus kita hanya pada kecepatan bukan pada
ketepatan dalam melakukan hal tersebut) memang cepet sih tapi rapi/bagus/benar
hasilnya saya kurang tahu.
4. Apakah pantas dihargai, jika kita
hanya ingin dihargai tapi kita tidak pernah menghargai orang lain yang ada di
sekeliling kita, maunya menang sendiri, selalu mencari2 kesalahan orang lain
tanpa pernah sadar akan kesalahan kita sendiri (tidak pernah ngaca diri
sendiri).
Apakah tidak lebih baik jika kita menghargai orang lain terlebih dahulu sebelum kita mengharap akan dihargai orang (ngaca diri sebelum menilai orang lain), mencari tahu apa kesalahan kita terlebih dahulu dan memperbaikinya sebelum mempertanyakan kesalahan orang lain. Kita hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, jadi (menurut pandangan kita benar/baik, apakah benar/baik juga menurut pandangan orang lain), setiap manusia memiliki karakter dan pandangan yang berbeda-beda, jadi tidak selamanya apa yang kita anggap benar/baik akan dianggap benar/baik pula oleh orang lain (kecuali seruan-seruan Allah dan Rasul-Nya, semuanya sudah pasti benar dan baik).
Apakah tidak lebih baik jika kita menghargai orang lain terlebih dahulu sebelum kita mengharap akan dihargai orang (ngaca diri sebelum menilai orang lain), mencari tahu apa kesalahan kita terlebih dahulu dan memperbaikinya sebelum mempertanyakan kesalahan orang lain. Kita hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, jadi (menurut pandangan kita benar/baik, apakah benar/baik juga menurut pandangan orang lain), setiap manusia memiliki karakter dan pandangan yang berbeda-beda, jadi tidak selamanya apa yang kita anggap benar/baik akan dianggap benar/baik pula oleh orang lain (kecuali seruan-seruan Allah dan Rasul-Nya, semuanya sudah pasti benar dan baik).
5. Ucapkan ‘terima kasih’ setelah kita
mendapatkan bantuan dari orang lain.
jadi,
jika kita ingin dihargai oleh orang lain, cobalah untuk menghargai diri kita
sendiri dulu kemudian berusahalah untuk menghargai orang lain terlebih dahulu
sebelum kita berharap untuk dapat dihargai oleh orang lain, tersenyumlah karena
dengan tersenyum bisa membuat suasana terasa nyaman / tidak tegang / kaku (
senyumnya yang wajar kalo senyum ga wajar nanti anda malah di anggap orang
gila… gkgkgk..
), jangan segan untuk mengucapkan kata
‘ Tolong , (salam) , Terima Kasih , (Pujian) atas usaha orang tersebut ‘. Dekati
dan cintai Allah karena jika kita dekat/cinta dengan Allah (menjauhi
larangan-Nya serta melaksanankan apa-apa saja yang diperintahkan-Nya), maka
InsyaAllah Allah akan selalu meninggikan martabat kita, cintai pula keluarga
kita sendiri (khususnya orang tua kita), ingat JANGAN pernah sesekali kita
merusak citra orang lain, menyombongkan diri sendiri, membesar-besarkan masalah
(mengumbar keburukan/kesalahan orang lain), baik secara terang-terangan ataupun
sembunyi-sembunyi alias (ngomongin dari belakang), apalagi sampai menyebarkan
fitnah, menurutku orang-orang seperti mereka tak ada harganya di mata orang
lain…
klik link diatas saja teman : http://daikas.wordpress.com/2011/03/26/cara-agar-kita-dihargai-oleh-orang-lain/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar